Angka Stunting di Kutim Tinggi, Dinas Ketahanan Pangan Siapkan Belasan Ton Beras
Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Kutim Awang Amir Yusuf
POSKOTAKALTIMNES.COM,SANGATTA - Kutim menjadi salah satu kabupaten tertinggi untuk angka stunting, yakni sebesar 27,5 persen lebih tinggi dari angka stunting nasional 24,4 persen. Angka tersebut berdasarkan data dari Survie Status Gizi Indonesia (SSGI) .
Momen ini sebagai langkah untuk masa depan. Upaya pemerintah mencapai visi Indonesia Emas pada 2045. Anak-anak Indonesia yang mengalami stunting akan menganggu tumbuh kembangnya.
Untuk itu, Pemkab Kutim tidak berpangku tangan. Mereka saling bersinergis bersama-sama mengatasi masalah ini. Khususnya prioritas dalam penanganan oleh lintas sektor OPD.
Salah satunya dilakukan Dinas Ketahanan Pangan Kutim.
Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Kutim, Awang Amir Yusuf mengatakan pihaknya menyiapkan beras 9,1 Ton untuk mengatasi stunting di tiga kecamatan Muara Bengkal, Muara Ancalong dan Sangatta Utara.
"Persoalan stunting telah menjadi agenda pembangunan nasional hingga saat ini. Kami sudah menyalurkan 9,1 Ton untuk mengatasi stunting di tiga Kecamatan," ungkap Awang kepada awak media di ruang kerjanya.
Tujuan rencana aksi pangan dan gizi merupakan rencana aksi yang berisi program serta kegiatan di bidang pangan dan gizi. Hal ini untuk mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas.
Berdasarkan Peraturan Presiden No. 83 Tahun 2017, Rencana Aksi Nasional Pangan dan Gizi (RAN-PG) terdiri dari lima pilar, yakni Perbaikan gizi masyarakat, Peningkatan aksesibilitas pangan yang beragam, Mutu dan keamanan pangan Perilaku hidup bersih dan sehat.
Tujuannya untuk menyelaraskan perencanaan pangan dan gizi multisektor sehingga dapat menjadi panduan bagi pemerintah pusat dan daerah.
"Kami juga sedang menyiapkan cadangan pangan 3,7 ton untuk kecamatan sangkulirang," tandasnya.(ADV).